Rabu, 25 Mei 2016

Sejarah batik indonesia

Sejarah Batik
Pengertian Batik
Batik merupakan budaya yang telah lama berkembang dan dikenal oleh masyarakat Indonesia. Kata batik mempunyai beberapa pengertian. Menurut Hamzuri dalam bukunya yang berjudul Batik Klasik, pengertian batik merupakan suatu cara untuk memberi hiasan pada kain dengan cara menutupi bagian-bagian tertentu dengan menggunakan perintang. Zat perintang yang sering digunakan ialah lilin atau malam.kain yang sudah digambar dengan menggunakan malam kemudian diberi warna dengan cara pencelupan.setelah itu malam dihilangkan dengan cara merebus kain. Akhirnya dihasilkan sehelai kain yang disebut batik berupa beragam motif yang mempunyai sifat-sifat khusus.
Secara etimologi kata batik berasal dari bahasa Jawa, yaitu”tik” yang berarti titik / matik (kata kerja, membuat titik) yang kemudian berkembang menjadi istilah ”batik” (Indonesia Indah ”batik”, 1997, 14). Di samping itu mempunyai pengertian yang berhubungan dengan membuat titik atau meneteskan malam pada kain mori. Menurut KRT.DR. HC. Kalinggo Hanggopuro (2002, 1-2) dalam buku Bathik sebagai Busana Tatanan dan Tuntunan menuliskan bahwa, para penulis terdahulu menggunakan istilah batik yang sebenarnya tidak ditulis dengan kata”Batik” akan tetapi seharusnya”Bathik”. Hal ini mengacu pada huruf Jawa ”tha” bukan ”ta” dan pemakaiaan bathik sebagai rangkaian dari titik adalah kurang tepat atau dikatakan salah. Berdasarkan etimologis tersebut sebenarnya batik identik dikaitkan dengan suatu teknik (proses) dari mulai penggambaran motif hingga pelorodan. Salah satu yang menjadi ciri khas dari batik adalah cara pengambaran motif pada kain ialah melalui proses pemalaman yaitu mengoreskan cairan lilin yang ditempatkan pada wadah yang bernama canting dan cap.

Sejarah Perkembangan Batik
Ditinjau dari perkembangan, batik telah mulai dikenal sejak jaman Majapahit dan masa penyebaran Islam. Batik pada mulanya hanya dibuat terbatas oleh kalangan keraton. Batik dikenakan oleh raja dan keluarga serta pengikutnya. Oleh para pengikutnya inilah kemudian batik dibawa keluar keraton dan berkembang di masyarakat hingga saat ini. Berdasarkan sejarahnya, periode perkembangannya batik dapat dikelompokkan sebagai berikut :

Jaman Kerajaan Majapahit
Berdasarkan sejarah perkembangannya, batik telah berkembang sejak jaman Majapahit. Mojokerto merupakan pusat kerajaan Majapahit dimana batik telah dikenal pada saat itu. Tulung Agung merupakan kota di Jawa Timur yang juga tercatat dalam sejarah perbatikan. Pada waktu itu, Tulung Agung masih berupa rawa-rawa yang dikenal dengan nama Bonorowo, dikuasai oleh Adipati Kalang yang tidak mau tunduk kepada Kerajaan Majapahit hingga terjadilah aksi polisionil yang dilancarkan oleh Majapahit. Adipati Kalang tewas dalam pertempuran di sekitar desa Kalangbret dan Tulung Agung berhasil dikuasai oleh Majapahit. Kemudian banyak tentara yang tinggal di wilayah Bonorowo (Tulung Agung) dengan membawa budaya batik. Merekalah yang mengembangkan batik. Dalam perkembangannya, batik Mojokerto dan Tulung Agung banyak dipengaruhi oleh batik Yogyakarta. Hal ini terjadi karena pada waktu clash tentara kolonial Belanda dengan pasukan Pangeran Diponegoro, sebagian dari pasukan Kyai Mojo mengundurkan diri ke arah timur di daerah Majan. Oleh karena itu, ciri khas batik Kalangbret dari Mojokerto hampir sama dengan batik Yogyakarta, yaitu dasarnya putih dan warna coraknya coklat muda dan biru tua.

Jaman Penyebaran Islam
Batoro Katong seorang Raden keturunan kerajaan Majapahit membawa ajaran Islam ke Ponorogo, Jawa Timur. Dalam perkembangan Islam di Ponorogo terdapat sebuah pesantren yang berada di daerah Tegalsari yang diasuh Kyai Hasan Basri. Kyai Hasan Basri adalah menantu raja Kraton Solo. Batik yang kala itu masih terbatas dalam lingkungan kraton akhirnya membawa batik keluar dari kraton dan berkembang di Ponorogo. Pesantren Tegalsari mendidik anak didiknya untuk menguasai bidang-bidang kepamongan dan agama. Daerah perbatikan lama yang dapat dilihat sekarang adalah

Motif batik solo dan penjelasan

Batik Indonesia
Saturday, 20 July 2013
Batik Solo dan Penjelasannya
Batik Solo dan Penjelasannya
Solo merupakan kota yang ramai terletak di wilayah karesidenan surakarta berada di wilayah provinsi jawa tengah. Solo hingga kini terkenal dengan masih lekatnya budaya Jawa. Solo mempunyai tekat untuk terus melestarikan budaya jawa dengan menggunakan slogan yang kini terkenal dengan The Spirit of Java.

Solo kini juga terkenal dengan icon batik, batik solo dijadikan juga andalan wisatawan ketika berkunjung ke solo, terutama wilayah yang menjadi pusat sentra batik solo adalah di kampung batik laweyan dan kawasan kampung wisata batik kauman. batik solo sendiri menjadi produk lokal andalan yang sudah terkenal di Indonesia dan sudah di export ke luar negeri.

Batik sendiri merupakan ciri khas budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Pada jaman dahulu perempuan perempuan Jawa menjadikan ketrampilan membatik sebagai mata pencahariannya dalam kehidupan sehari hari. Sehingga terkenal pada jaman dahulu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif.

Batik solo sendiri terkenal dengan corak tradisional nya, baik dalam proses cap maupun proses tulisnya. Bahan bahanya sendiri asih menggunakan bahan lokal, seperti bahan untuk pewarnaan batik menggunakan bahan dari Soga jawa, sedangkan pola batik solo yang terkenal di indonesia adalah pola Sidomukti dan pola Sidoluruh.

Makna yang tersirat di balik batik solo

MAKNA YANG TERSIRAT DIBALIK BATIK SOLO

Kota solo atau Purwakarta merupakan salah satu kota di Pulau Jawa yang masih lekat akan adat-istiadatnya. Kota Solo terletak di Jawa Tengah dan berbatasan dengan Kabupaten Sukoharjo, Karanganyar dan Boyolali. Selain terkenal dengan sungai Bengawan Solo, kota Solo juga pupuler akan produksi batiknya. Motif batik Solo cukup beragam dimana setiap motif batik Solo mengandung makna tertentu. Makna atau filosofi yang terkandung pada tiap motif batik Solo cenderung mengarah ke hal-hal yang berhubungan dengan pernikahan dan rumah tangga. Daerah pengrajin Batik Solo paling banyak bisa kita jumpai di Kampung Batik Laweyan dan Kampung Wisata Batik Kauman. Masyarakat Kota Solo memang sudah bertekad untuk selalu memelihara budaya daerahnya, konsistensi masyarakat Solo akan hal tersebut tertuang dalam istilah The Spirit of Java, yang artinya semangat masyarakat Jawa.

Ada beberapa motif batik Solo yang terkenal diantaranya motif Sidoluruh dan Sidomukti. Motif batik Solo umumnya mengandung makna tentang kehidupan manusia khususnya dalam prosesi pernikahan seperti yang telah dikatakan diatas. Bagi Anda pecinta batik jika ingin lebih paham tentang macam-macam motif batik Solo dan maknanya mari kita lihat penjelasannya dibawah ini.

Makna Tersirat Dibalik Motif Batik Solo

  • Motif Batik Kawung, Sawat dan Parang Rusak Barong.
    Motif batik jenis ini merupakan jenis motif yang biasa dipakai oleh keluarga kerajaan.
  • Motif Batik Soblog.
    Soblog artinya besar, umumnya motif batik satu ini dipakai ketika melayat. Makna motif Soblog sendiri yaitu agar orang yang meninggal diterima kebaikannya dan mendapat tempat yang layak disisi Tuhan.
  • Motif Batik Sido Mukti
    Sidomukti berasal dari dua kata yaitu ‘sido’ yang artinya menjadi, dan mukti yang berarti ‘makmur’. Jadi makna keseluruhannya ialah orang yang memakai batik dengan motif ini diharapkan akan menjadi makmur atau berkecukupan. Sehingga motif batik Sidomukti sering kita jumpai di acara-acara pernikahan.
  • Motif Batik Truntum
    Untuk motif batik turuntum umumnya dipakai oleh orang tua dari pengantin Kata turuntum artinya membimbing. Jai makna dari motif batik Solo yang satu ini ialah agar orang tua bisa tetap memberi bimbingan kepada anak-anaknya dalam mengarungi rumah tangga karena pada dasarnya meskipun seorang telah menikah ia masih tetap membutuhkan bantuan orang tuanya dalam hal-hal tertentu agar bisa menapaki kehidupan rumah tangga dengan bai.
  • Motif Batik Satrio Manah
    Ketika prosesi lamaran biasanya motif batik ini dipakai oleh wali dari calon mempelai pria. Kandungan makna yang tertanam dalam motif batik ini ialah agar lamaran calon pengantin pria dapat diterima.
  • Motif Batik Semen Rante
    Tidak beda jauh dengan motif batik Satrio Manah, motif Semen Rante juga kerap dikenakan saat prosesi lamaran berlangsung. Namun motif ini dipakai oleh wali dan calon mempelai wanita. Motif batik Semen Rante sendiri mengandung arti yanbg cukup kuat, kata rante memiliki arti suatu ikatan hubungan yang kuat dan kokoh. Dari sini bisa disimpulkan bahwa wali dari calon pengantin wanita berharap anaknya sang calon wanita bisa mendapatkan pria yang mampu menciptakan sebuah keluarga yang memiliki pondasi yang kokoh.
  • Motif Batik Parang Kusumo
    Motif batik Parang Kusumo memiliki satu makna bunga mekar, artinya orang yang mengenakan batik dengan motif ini digambarkan seperti bunga yang sedang mekar yang sudah siap lahir batin untuk menikah. Sehingga motif batik Parang Kusumo kerap dipakai oleh calon mempelai wanita saat prosesi tukar cincin.
  • Motif Batik Pamiluto
    Motif batik inilah yang selalu dipakai sang ibu dari mempelai wanita saat prosesi tukar cincin. Makna tersirat dari salah satu motif batik Solo ini adalah sebuah harapan agar hubungan sang anak dengan calon suaminya seperti kisah Mimin lan Minuto.
  • Motif Batik Ceplok Kasatriyan
    Di kota solo terdapat sebuah tradisi yang bernama kirab pengantin dimana prosesi ini biasanya dilakukan sebelum kedua mempelai duduk bersama diatas kursi pengantin.
  • Motif Batik Semen Gedong
    Setelah upacara pernikan selesai semua barulah kedua pengantin yang baru saja menikah ini memakai batik dengan motif Semen Godong. Motif Semen Godong menyiratkan suatu makna agar pengantin anyar bisa segera memiliki mongmongan dan tentu saja anak-anak yang soleh.
  • Motif Batik Bondet
    Kemudian motif batik Solo yang terakhir bernama Bondet. Motif batik Bondet dikenakan saat pengantin menghadapi malam pertama. heuheuheu ðŸ™‚ :v
Demikianlah filosofi atau makna tersirat dibalik motif batik Solo yang perlu Anda ketahui, semoga bermanfaat.

Batik dan kearifan lokal

BATIK DAN KEARIFAN LOKAL


Batik dan Kearifan Lokal 
 Di era yang serba modern dan tren busana kontemporer ini, ternyata batik masih mendapat tempat tersendiri di hati masyarakat Indonesia dan bahkan dunia. Tua, muda, anak-anak, tak lagi merasa malu mengenakan busana batik. Mereka mengenakannya di berbagai kesempatan: di kantor, sekolah, mal, tempat wisata, dll.Batik merupakan salah satu warisan budaya yang menjadi ciri khas dan merupakan produk asli Indonesia. Bahkan Unesco talah menetapkan batik sebagai warisan budaya dunia asli dari indonesia. Dengan Diakuinya batik Indonesia di mata dunia, maka hendaknya ini menjadi perhatian tersendiri baik oleh pemerintah maupun masyarakat Indonesia pada umumnya. Batik yang notabene produk Genuine Indonesia ini seharusnya mampu mengangkat kearifan lokal sehingga masyarakat Indonesia khususnya kaum muda semakin faham dengan peninggalan budaya ini. Adanya  hari batik nasional diharapkan mampu menjadikan identitas dan jatidiri bangsa Indonesia lebih dipahami oleh masing-masing individu agar melekatkan diri dengan batik. Batik merupakan symbol kultural dan bahkan dalam skala nasional akan memupuk rasa nasionalisme dalam diri setiap warga Negara. Kini batik telah berkembang di berbagai belahan dunia, baik di Asia, Eropa, Afrikas, dan Amerika. Hal ini menunjukkan bahwa batik sangat potensial memikat hati banyak orang di seluruh dunia. Ini sebuah peluang untuk kemudian menjadi nilai tawar budaya Indonesia di mata dunia. Batik sebagian besar diproduksi oleh industri kecil, sehingga dengan makin sering masyarakat memakai batik sama artinya kita ikut menghidupkan usaha kecil menengah. Sehingga secara tidak langsung kita ikut mendorong pertumbuhan UKM di negeri ini. Selanjutnya, diharapkan Pemerintah juga selalu mendorong batik agar juga selalu dipentaskan dalam berbagai acara peragaan mode baik di dalam maupun di luar negeri. Oleh karena itu harapannya, Dengan hari Batik Nasional ini semoga masyarakat Indonesia semakin sadar akan pentingnya melestarikan budaya bangsa dan harus berbangga diri atas hal itu. Ayo pakai batik, ayo lestarikan Budaya Indonesia.

Motif batik klasik

MOTIF BATIK KLASIK


MOTIF BATIK KAWUNG
KAWUNG PICIS
Zat Pewarna            :  Naphtol
Digunakan                :  Sebagai Kain Panjang, Digunakan di kalangan kerajaan
Unsur Motif             :  Geometris
Makna Filosofi        : Motif ini melambangkan harapan agar manusia selalu ingat akan asal-usulnya. Motif Kawung Picis juga melambangkan empat penjuru (pemimpin harus dapat berperan sebagai pengendali perbuatan baik). Juga melambangkan bahwa hati nurani sebagai pusat pengendali nafsu yang terdapat pada diri manusia, sehingga ada keseimbangan pada diri manusia.
MOTIF BATIK PARANG KUSUMO
parang kusumo
Zat Pewarna         : Naphtol
Digunakan            : Sebagai kain saat tukar cincin
Unsur Motif          : Parang, Mlinjon.  Motif-motifnya tersusun menurut garis diagonal, motif api atau motif parang posisinya bertolak belakang dengan motif mlinjon yang berbentuk segi empat belah ketupat. Di tengahtengah motif api terdapat dua motif bunga kecil yang bertajuk tiga dan saling bertolak belakang.
Ciri Khas              : Kerokan
Makna Filosofi      : Berasal dari kata “kusumo” yang artinya kembang atau bunga yang dikaitkan dengan kembanging ratu.  Sesuai dengan namanya, batik Parangkusumo hanya dipakai oleh kalangan keturunan raja secara turun-temurun bila berada didalam keraton. Kusumo artinya bunga yang mekar, diharapkan pemakainya terlihat indah.  Motif batik parang dikenal familiar sebagai pola pedang atau keris oleh orang luar. Panggilan jawa motif lidah api, biasa juga disebut motif parang lidah api. Motif parang dibedakan lagi menjadi 2 macam yaitu:
  • Parang Rusak, Parang rusak sendiri diartikan sebagai pertarungan antara manusia melawan kejahatan dengan cara mengendalikan keinginan mereka sehingga mereka menjadi mulia, bijaksana dan akan menang.Parang barong
  • Parang Baron, Parang barong pada jaman dahulu hanya dipakai oleh raja dan dianggap sebagai pola yang suci. Arti motif sendiri suapa sang raja menjadi hati-hati dalam menjaga dirinya sendiri sehingga dia akan menjadi seorang penguasa yang jujur, adil dan juga bertanggung jawab terhadap rakyatnya.
MOTIF BATIK TRUNTUM
truntum
Zat Pewarna         : Soga Alam
Digunakan            : Dipakai saat pernikahan
Ciri Khas              : Kerokan
Makna Filosofi      : Truntum artinya menuntun, diharapkan orang tua bisa menuntun calon pengantin.
MOTIF BATIK TAMBAL
Batik Tambal
Zat Pewarna         : Soga Alam
Digunakan            : Sebagai Kain Panjang
Unsur Motif          : Ceplok, Parang, Meru dll
Ciri Khas              : Kerokan
Makna Filosofi      : Ada kepercayaan bila orang sakit menggunakan kain ini sebagai selimut, sakitnya cepat sembuh, karena tambal artinya menambah semangat baru.  Dengan semangat baru itu diharapkan harapan baru akan muncul sehingga kesembuhan mudah didapat.
MOTIF BATIK PAMILUTO
pamiluto
Zat Warna            : Soga Alam
Kegunaan             : Sebagai kain panjang saat pertunangan
Unsur Motif         : Parang, Ceplok, Truntum dan lainnya
Filosofi                  : Pamiluto berasal dari kata “pulut”, berarti perekat, dalam bahasa Jawa bisa artinya kepilut (tertarik)
MOTIF BATIK SIDO MUKTI
sidomukti
Zat Warna            : Soga Alam
Kegunaan             : Sebagai kain dalam upacara perkawinan
UnsurMotif          : Gurda
Filosofi                  : Diharapkan pemakainya selalu dalam kecukupan dan kebahagiaan.
MOTIF SIDO ASIH
sidoasih
Jenis Batik           : Batik Kraton
Dikenakan            : Temanten Putri (digunakan pada malam pengantin)
Unsur motif         :
Filosofi                  : Dua jiwa menjadi satu
MOTIF WAHYU TUMURUN
wahyu-tumurun
Jenis Batik             :  Batik Kraton
Unsur motif          :  Pola mahkota terbang yang menjadi motif utama, menyimbolkan kemuliaan
Filosofi                   :  Menggambarkan pengharapan agar para pemakainya mendapat petunjuk, berkah, rahmat, dan anugerah yang berlimpah dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Pengharapan untuk mencapai keberhasilan dalam meraih cita-cita, kedudukan ataupun pangkat. Sedangkan dalam hal khusus seperti pernikahan, motif ini menyiratkan berkah kehidupan lahir batin dalam kehidupan berumah tangga, keharmonisan dan kebahagiaan yang langgeng dan terjaga selama-lamanya. Dalamnya makna kehidupan rumah tangga inilah yang membuat motif wahyu tumurun dipilih sebagai motif khusus yang sering dikenakan dalam upacara pernikahan adat jawa.
MOTIF CEPLOK, GROMPOL
ceplok grompol
Motif batik Ceplok ini mencakup berbagai macam desain geometris, biasanya didasarkan pada mawar melingkar, bintang atau bentuk kecil lainnya, membentuk pola simetris keseluruhan pada kain.
MOTIF BATIK LERENG
lereng
Design motif batik lereng adalah baris diagonal pola di antara motif parang, banyak ditemukan untuk polanya hanya deretan garis diagonal sempit penuh dengan seluruh array pola kecil. Merupakan salah satu pola lama disediakan untuk keluarga istana kerajaan.
MOTIF BATIK NITIK
nitik
Motif batik nitik sendiri terkenal dengan motif batik tertua karena dulunya terinspirasi oleh kain tenun dengan patola yang dibawa oleh para pedagang gujarat dari india. dengan design titik titik serta geometri. Dulunya biasanya dipakai oleh orang tua dari pasangan pernikahan orang truntum.
MOTIF BATIK SEMEN
semen
Semen, diartikan sebagai tumbuh. Polanya terinspirasi oleh alam, hal itu ditunjukkan dengan gaya daun, gunung, hewan, biasa digunakan pada acara umum, serta masyarakat umumnya juga biasa memakai dalam kesehariannya.
Source: heritageofjava.com dan berbagai sumber

Motif batik Bali dan penjelasan

MOTIF BATIK BALI DAN PENJELASANYA

Batik Bali dan Penjelasannya



Batik Bali terbilang masih baru, akan tetapi semakin memiliki perkembangan yang cepat terutama Indrusti batik di pulai batik yang mengalami perkembangan,  Hal itu bisa dikarenakan karena di pulau Bali sendiri memiliki banyak sekali motif dan design lokal. Kini telah banyak mucul puluhan macam design khas Bali yang muncul. Mulai yang berharga murah sampai yang mempunyai harga hingga jutaan rupiah. Untuk pasaran harga batik Bali yang bermutu berkisar antara 350.000 hingga 2.000.000. Tingginnya harga tersebut dikarenakan karena mutu bahan yang digunakan serta digambar langsung dengan tangan serta menggunakan bahan pewarna alam.

Di pulau Bali sendiri, Indrusti Batik  dimulai pada tahun 1970. Industri tersebut dipelopori antara lain oleh Pande Ketut Krisna dari Banjar Tegeha, Desa Batubulan, Sukawati Gianyar. Teknik yang diggunakan aalah dengan menggunakan alat tenun manual terkenal dengan sebutan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Orang bali sendiri kerap/ sering menggunakan baju batik untuk proses upacara, sehingga hal itu mendorong indrusti batik di pulau bali ini berkembang dengan pesat. Di Bali kini telah berkembang puluhan Indrusti Batik yang menampilkan corak khas Bali diantaranya corak perpaduan Bali dengan luar Bali, seperti, Bali-Pekalongan, Bali-Papua, dan sebagainya.

Tips Bagaimana Cara Memilih Kain Batik Bali Yang Benar

Banyak sekali kita jumpai di Toko-toko kerajinan di Bali yang menjual berbagai macam kain batik Bali dengan berbagai macam motif dan corak. Anda perlu mengenal terlebih dahulu jenis-jenis batik yang tersedia, hal itu penting untuk memudahkan kita memilih batik sesuai dengan uang yang kita miliki dan kualitas batik sesuai dengan dana yang tersedia. Dari segi pembuatannya jenis jenis batik dibagi menjadi 4 yaitu batik tulis, batik kombinasi tulis-cap, batik cap, batik cabut (perpaduan teknik printing dan tulis) dan batik printing.

Nah cara membedakannya adalah :
1. Aksen dalam setiap gambar tidak sama besarnya
2. Kain Mori yang dipakai biasanya lebih berat dibanding mori untuk jenis batik lainnya.
3. Motif pada batik tulis meskipun polanya sama tapi bentuknya tidak pernah sama persis (asimetris). Ada bagian yang lebih kecil atau lebih besar dari gambar yang lain
4. Motif batik tulis asli biasanya memiliki aroma yang khas, warna yang digunakan berasal dari kulit-kulit kayu, dan bahan alami lainnnya.

 Motif Kain Batik Bali

Bali memiliki berbagai macam design, motif dan corak asli. Banyak desain batik khas Bali telah lahir yang biasanya dipadukan dengan motif batik yang ada dari berbagai wilayah di Tanah Air dan pengaruh motif China. Harga kain batik bali bervariasi, untuk harga batik tulis yang memiliki kualitas baguis di Pulau Bali berkisar antara Rp.400.000,- hingga mencapai Rp.3,5.000.000 per potong.

Tingginya harga tersebut karena batik-batik tersebut dibuat dari kain bermutu dan digambar langsung dengan tangan serta menggunakan bahan pewarna alami. perpaduan motif yang biasa dilakukannya adalah mengambil ornamen khas Pulau Dewata, seperti naga, rusa, burung bangau, dan kura-kura. Kemudian memadukan dengan motif dari daerah luar Bali yang biasanya berbentuk flora.

 Nilai Seni dari Kain Batik Bali
Motif kain batik Bali terinspirasi dari kisah kisah para dewa dalam kesehariannya masyarakat bali. Hal itu terlihat dari motif nya yang digambarkan dalam corak dan pola yang rumit. Desain dari batik Bali ini juga memiliki prestise tersendiri yang menunjukkan perbedaan kelas dala masyarakat di Bali. 

Batik yang berkualitas tinggi biasanya menunjukkan status sosial seseorang di masyarakat, mirip dengan pemakaian label atau merek desainar terkenal pada masyarakat barat yang manunjukkan kekayaan seseorang di dunia barat. Pola pada batik Bali ini digambar dengan teknik pengambaran pola dari lilin pada kapas tenunan halus yang telah dipraktekkan sebagai bentuk dari meditasi di Bali dan Jawa Tengah selama berabad-abad. Dimana, pada awalnya teknik mediasi ini hanya dilakukan oleh abdi dalem wanita kerajaan. Oleh karena itulah sampai saat ini batik tulis tradisional hanya dibuat oleh perempuan.

Pada masa sekarang motif batik Bali cenderung menyesuaikan dengan batik modern pada umumnya. Motif yang kini banyak terdapat pada batik modern adalah ekspresi dari benda-benda alam seperti, pohon, bunga, kupu-kupu, burung atau ikan untuk kegiatan sehari-hari tanpa mengurangi pengaruh batik itu sendiri dalam prosesi festival atau upacara keagamaan.

Motif batik Sido mokti

MOTIF BATIK SIDOMUKTI


Motif Batik Sido Mukti mengandung makna kemakmuran. Bagi orang Jawa, hidup yang didambakan selain keluhuran budi, ucapan, dan tindakan, tentu adalah pencapaian mukti atau kemakmuran, baik di dunia maupun di akhirat. Setiap orang pasti mencari kemakmuran dan ketenteraman lahir dan batin. Kemakmuran dan ketenteraman itu tidak akan tercapai tanpa usaha dan kerja keras, keluhuran budi, ucapan, dan tindakan. Setiap orang harus bisa mengendalikan hawa nafsu, mengurangi kesenangan menggunjing tetangga, berbuat baik tanpa merugikan orang lain, dan sebagainya agar dirinya merasa makmur lahir batin. Kehidupan untuk mencapai kemakmuran lahir dan batin itulah yang juga menjadi salah satu dambaan masyarakat.
Adapun contoh motif batik sidomukti adalah sebagai berikut: